Senin, 23 Maret 2015

Ibu Berkobar Cinta -1

IBU BERJUANG SENDIRI


Kata ibu, juga kata saudara-saudaraku, kata paman dan tetanggaku, aku lahir dari rahim ibu tanpa disambut oleh ayahku. Pada saat aku dilahirkan, ayah lagi berjuang di negeri orang untuk nafkah keluarga besarku. Jadi ibu, ditemani oleh kakak-kakakku, juga dukun beranak, yang pada saat itu masih sulit adanya bidan, yang menyambut kelahiranku ke dunia ini.

Aku enam orang bersaudara. Aku anak kelima, di bawahku masih ada adikku lagi. Jadi, aku termasuk keluarga besar. Ya, pada saat itu masih belum ada program KB, atau memang ada, tetapi ibuku tidak tersentuh oleh program 'dua anak cukup' tersebut.

Malam hari, dengan proses yang cukup melelahkan, aku lahir ke dunia. Menghentak, menangis,  menerjang, menikmati kebebasan yang selama kurang lebih 9 bulan lamanya, menghuni rahim ibu yang hangat. Gelap dalam terang yang berbinar, atau pengap dalam kehangatan cinta dan kasih ibu.
Ibu, dengan kesabaran yang luar biasa, dari raut wajah yang menerima apa adanya, menimang dan mengasuhku dengan cintanya. Cinta yang tidak pernah tergantikan oleh siapa pun. Kasih yang selalu ada sepanjang waktu. Sabar yang tulus terpatri dalam keikhlasan yang tiada tanding.

Maka, aku pun dibesarkan oleh kasih sayang ibu. Aku belajar, bagaimana ibu berjuang. Berjuang untuk menahan lapar. Berjuang untuk terus bersyukur dengan kondisi apa pun. Belajar bertahan hidup, dengan kondisi ekonomi yang jauh dari kata sejahtera. Makan dengan seadanya, bahkan mungkin saja ibu tidak makan demi anak-anak yang harus kenyang. Begitulah cinta ibu, ia akan lapar paling duluan, dan kenyang paling  belakangan. Semua demi rasa cinta yang mengalir di darah ibu yang merah. Sebuah keberanian hidup, rasa tanggung jawab untuk anak yang tak lekang oleh cinta. Ya, cinta ibu tak pernah lapuk, hingga hayat menjemput.

Perjuangan ibu belum berakhir. Ya, ibu terus melawan berbagai tantangan. Selalu ada dalam setiap saat, waktu serasa tak cukup untuk sebuah cinta. Ya, cinta ibu yang terus mengalir sepanjang masa.


Smp, 22/03/2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar