IBU BERJUANG SENDIRI
Kata ibu, juga kata saudara-saudaraku, kata
paman dan tetanggaku, aku lahir dari rahim ibu tanpa disambut oleh ayahku. Pada
saat aku dilahirkan, ayah lagi berjuang di negeri orang untuk nafkah keluarga
besarku. Jadi ibu, ditemani oleh kakak-kakakku, juga dukun beranak, yang pada
saat itu masih sulit adanya bidan, yang menyambut kelahiranku ke dunia ini.
Aku enam orang bersaudara. Aku anak kelima,
di bawahku masih ada adikku lagi. Jadi, aku termasuk keluarga besar. Ya, pada
saat itu masih belum ada program KB, atau memang ada, tetapi ibuku tidak
tersentuh oleh program 'dua anak cukup' tersebut.
Malam hari, dengan proses yang cukup
melelahkan, aku lahir ke dunia. Menghentak, menangis, menerjang, menikmati kebebasan yang selama
kurang lebih 9 bulan lamanya, menghuni rahim ibu yang hangat. Gelap dalam
terang yang berbinar, atau pengap dalam kehangatan cinta dan kasih ibu.
Ibu, dengan kesabaran yang luar biasa, dari
raut wajah yang menerima apa adanya, menimang dan mengasuhku dengan cintanya.
Cinta yang tidak pernah tergantikan oleh siapa pun. Kasih yang selalu ada
sepanjang waktu. Sabar yang tulus terpatri dalam keikhlasan yang tiada tanding.
Maka, aku pun dibesarkan oleh kasih sayang
ibu. Aku belajar, bagaimana ibu berjuang. Berjuang untuk menahan lapar.
Berjuang untuk terus bersyukur dengan kondisi apa pun. Belajar bertahan hidup,
dengan kondisi ekonomi yang jauh dari kata sejahtera. Makan dengan seadanya,
bahkan mungkin saja ibu tidak makan demi anak-anak yang harus kenyang.
Begitulah cinta ibu, ia akan lapar paling duluan, dan kenyang paling belakangan. Semua demi rasa cinta yang
mengalir di darah ibu yang merah. Sebuah keberanian hidup, rasa tanggung jawab
untuk anak yang tak lekang oleh cinta. Ya, cinta ibu tak pernah lapuk, hingga
hayat menjemput.
Perjuangan ibu belum berakhir. Ya, ibu
terus melawan berbagai tantangan. Selalu ada dalam setiap saat, waktu serasa
tak cukup untuk sebuah cinta. Ya, cinta ibu yang terus mengalir sepanjang masa.
Smp, 22/03/2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar