SAAT AKU SAKIT
Seperti kanak-kanak pada umumnya, aku juga terkadang
sakit. Biasa, karena masuk angin atau tersebab oleh lainnya. Pada saat
demikian, aku harus istirahat total. Tidak boleh bermain, tidak bisa bergurau
dengan teman-teman. Tidak bisa berbuat apa-apa. Ya, hanya tidur dan istirahat.
Pada saat itu, yang jadi embun penyejuk hanyalah ibu.
Ya, ibu yang menjadi tumpuan rasa sakitku. Kata-kata yang lembut, dan elusan
tangan ibu, membuat aku serasa damai. Tenang dalam rengkuh peluk ibu dengan
laksa cinta.
Lebih dari itu, biasanya ibu akan membuatkan akau
bubur, atau jamu yang entah bagaimana cara buatnya. Yang masih terinngat dalam
benakku, biasanya ibu akan membakar pangkal linggis (rajang, Madura) sampai berwarna
merah, kemudian dicelupkan ke racikan jamu. Karena enak dan manis aku suka sekali dengan jamu
racikan ibu ini.
Jamu semacam itu sekarang sudah tidak zamannya lagi.
Sudah tersedia di toko-toko obat maupun di warung-warung terdekat. Masa aku
dulu, jangankan uang untuk berobat, untuk makan saja susahnya luar biasa. Ya,
itu dulu, dan Alhamdulillah, saat ini segala obat sudah tersedia dan harganya terjangkau.
Masih terasa hangat pelukan ibu saat aku sakit. Atau
elusan cinta dengan kata-kata lembut yang menentramkan hatiku. Aku merasa
tenang dan damai manakala ibu ada di sisiku. Melihat raut cemas ibu, adalah
kenikmatan sendiri yang tiada tara.
Pada suatu ketika, aku dan keluarga menghadiri suatu
undangan. Entah undangan apa , aku sudah lupa. Aku masih sangat kecil waktu
itu. Tetapi, aku sudah kuat berjalan meski jarak sangat jauh. Mungkin karena
bersama-sama, ramai, dan menyenangkan.
Saat pulang, entah karena apa aku terserang demam.
Sebenarnya aku sudah tidak kuat untuk berjalan. Namun karena aku tidak ingin
merepotkan ibu, aku masih mencoba berjalan dengan sisa-sisa tenagaku. Meski
akhirnya aku harus menyerah.
Ya, Allah. Saat itu, ibu menggendongkku dengan susah
payah. Meski tidak kudengar keluhannya, tapi rasa lelah pasti ada. Aku merasa
berdosa bila teringat kejadian itu. Walaupun tidak oleh kesengajaanku. Allahu
Akbar! Benar memang kasih ibu tak terhingga sepanjang masa.
Smp, 23/03/2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar