Senin, 23 Maret 2015

Ibu Berkobar Cinta -2

SAAT AKU SAKIT


Seperti kanak-kanak pada umumnya, aku juga terkadang sakit. Biasa, karena masuk angin atau tersebab oleh lainnya. Pada saat demikian, aku harus istirahat total. Tidak boleh bermain, tidak bisa bergurau dengan teman-teman. Tidak bisa berbuat apa-apa. Ya, hanya tidur dan istirahat.

Pada saat itu, yang jadi embun penyejuk hanyalah ibu. Ya, ibu yang menjadi tumpuan rasa sakitku. Kata-kata yang lembut, dan elusan tangan ibu, membuat aku serasa damai. Tenang dalam rengkuh peluk ibu dengan laksa cinta.

Lebih dari itu, biasanya ibu akan membuatkan akau bubur, atau jamu yang entah bagaimana cara buatnya. Yang masih terinngat dalam benakku, biasanya ibu akan membakar pangkal linggis (rajang, Madura) sampai berwarna merah, kemudian dicelupkan ke racikan jamu. Karena enak dan manis aku suka sekali dengan jamu racikan ibu ini.

Jamu semacam itu sekarang sudah tidak zamannya lagi. Sudah tersedia di toko-toko obat maupun di warung-warung terdekat. Masa aku dulu, jangankan uang untuk berobat, untuk makan saja susahnya luar biasa. Ya, itu dulu, dan Alhamdulillah, saat ini segala obat sudah tersedia dan harganya terjangkau.

Masih terasa hangat pelukan ibu saat aku sakit. Atau elusan cinta dengan kata-kata lembut yang menentramkan hatiku. Aku merasa tenang dan damai manakala ibu ada di sisiku. Melihat raut cemas ibu, adalah kenikmatan sendiri yang tiada tara.


Pada suatu ketika, aku dan keluarga menghadiri suatu undangan. Entah undangan apa , aku sudah lupa. Aku masih sangat kecil waktu itu. Tetapi, aku sudah kuat berjalan meski jarak sangat jauh. Mungkin karena bersama-sama, ramai, dan menyenangkan.

Saat pulang, entah karena apa aku terserang demam. Sebenarnya aku sudah tidak kuat untuk berjalan. Namun karena aku tidak ingin merepotkan ibu, aku masih mencoba berjalan dengan sisa-sisa tenagaku. Meski akhirnya aku harus menyerah.

Ya, Allah. Saat itu, ibu menggendongkku dengan susah payah. Meski tidak kudengar keluhannya, tapi rasa lelah pasti ada. Aku merasa berdosa bila teringat kejadian itu. Walaupun tidak oleh kesengajaanku. Allahu Akbar! Benar memang kasih ibu tak terhingga sepanjang masa.


Smp, 23/03/2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar